DIFERENSIASI SOSIAL

 Diferensiasi Sosial

A.Pengertian Diferensiasi social

Masyarakat Indonesia memiliki banyak keragaman dan perbedaan.Sebagai contohnya keragaman agama, ras, etnis, pekerjaan, budaya,maupun jenis kelamin. Tidak dapat dimungkiri keragaman ini menjadi potensi pokok munculnya konflik di Indonesia.Perbedaan-perbedaan di atas terlihat secara horizontal. Perbedaan inilah dalam sosiologi dinamakan dengan istilah diferensiasi sosial.
Diferensiasi sosial berasal dari bahasa Inggris yaitu difference, yang berarti perbedaan. Secara istilah pengertian diferensiasi sosial adalah pembedaan anggota masyarakat ke dalam golongan secara horizontal, mendatar, dan sejajar atau tidak memandang perbedaan lapisan.
Asumsinya adalah tidak ada golongan dari pembagian tersebut yang
lebih tinggi daripada golongan lainnya.
Dengan demikian, dalam diferensiasi sosial tidak dikenal adanya tingkatan atau pelapisan, seperti pembagian kelas atas, menengah,dan bawah. Pembedaan yang ada dalam diferensiasi sosial didasarkan atas latar belakang sifat-sifat dan ciri-ciri yang tidak sama dalam
masyarakat, klan, etnis, dan agama. Kesemuanya itu disebut kemajemukan sosial, sedangkan pengelompokan berdasarkan profesi dan jenis kelamin disebut heterogenitas sosial.
 
Menurut Soerjono Soekanto, diferensiasi sosial adalah penggolongan masyarakat atas perbedaan-perbedaan tertentu yang biasanya sama atau sejajar.
 Jenis diferensiasi antara lain:

1. Diferensiasi ras

Ras (KBBI: 2001) adalah suatu kelompok manusia yang memiliki ciri-ciri fisik bawaan yang sama. Diferensiasi ras berarti mengelompokkan masyarakat berdasarkan ciri-ciri fisiknya bukan budayanya. Misalkan, bentuk muka, bentuk hidung, warna kulit, dan warna rambut. Pada dasarnya ciri fisik manusia dikelompokkan atas tiga golongan yaitu ciri Fenotipe, ciri Filogenetik, dan ciri Getif.

a) Ciri fenotipe
Ciri Fenotipe merupakan ciri-ciri yang tampak. Ciri fenotipe terdiri atas ciri kualitatif dan kuantitatif. Ciri kualitatif antara lain warna kulit, warna rambut, bentuk mata, bentuk hidung, bentuk dagu,
dan bentuk bibir. Sementara itu, ciri kuantitatif antara lain tinggi badan, gerak badan, dan ukuran bentuk kepala.

b)Ciri filogenetik
Ciri Filogenetik  yaitu hubungan asal usul antara ras-ras dan perkembangan. Sedangkan ciri getif yaitu ciri yang didasarkan pada keturunan darah.


Menurut A.L. Kroeber (sebagaimana dikutip Arif Rohman:2003), ras di dunia diklasifikasikan menjadi lima kelompok ras yaitu:
1) Australoid, yaitu penduduk asli Australia (Aborigin).

2) Mongoloid, yaitu penduduk asli wilayah Asia dan Amerika,
     meliputi:
a) Asiatic Mongoloid (Asia Utara, Asia Tengah, dan Asia Timur);
b) Malayan Mongoloid Asia Tenggara, Indonesia, Malaysia,Filipina, dan penduduk asli Taiwan)
c) American Mongoloid (penduduk asli Amerika).

3) Kaukasoid, yaitu penduduk asli wilayah Eropa, sebagian Afrika, dan Asia, antara lain:
a) Nordic (Eropa Utara, sekitar Laut Baltik);
b) Alpine (Eropa Tengah dan Eropa Timur);
c) Mediteranian (sekitar Laut Tengah, Afrika Utara, Armenia, Arab, dan Iran);
d) Indic (Pakistan, India, Bangladesh, dan SriLanka).

4) Negroid, yaitu penduduk asli wilayah Afrika dan sebagian Asia, antara lain:
a) African Negroid (Benua Afrika);
b) Negrito (Afrika Tengah, Semenanjung Malaya yang dikenal orang Semang, Filipina);
c) Melanesian (Irian dan Melanesia).

5) Ras-ras khusus, yaitu ras yang tidak dapat diklasifikasikan dalam keempat ras pokok, antara
     lain:
a) Bushman (Penduduk di daerah Gurun Kalahari, Afrika Selatan);
b) Veddoid (Penduduk di daerah pedalaman SriLanka dan Sulawesi Selatan);
c) Polynesian (Kepulauan Mikronesia dan Polynesia); serta
d) Ainu (Penduduk di daerah Pulau Karafuto danHokkaido, Jepang).

Sedangkan Ralph Linton, beliau mengklasifikasikan tiga ras utama dunia yaitu Mongoloid, Kaukasoid,dan Negroid.

-  Mongoloid dengan ciri-ciri kulit sawo matang, rambut lurus, bulu badan sedikit, mata sipit
   (terutama Asia Mongoloid).  Ras Mongoloid dibagi menjadi dua, yaitu Mongoloid Asia dan Indian.
   Mongoloid Asia terdiri atas subras Tionghoa (terdiri atas Jepang, Taiwan, dan
   Vietnam) serta subras Melayu. Subras Melayu terdiri atas Malaysia, Indonesia, dan Filipina.
   Mongoloid Indian terdiri atasorang-orang Indian di Amerika.

-  Kaukasoid memiliki ciri-ciri fisik hidung mancung, kulit putih, rambut pirang sampai cokelat
   kehitam-hitaman, dan kelopak mata lurus. Ras ini terdiri atas subras Nordic, Alpin, Mediteran,
   Armenoid, dan India.

-  Negroid, dengan ciri fisik rambut keriting, kulit hitam, bibir tebal, dan kelopak mata lurus. Ras ini
   dibagi menjadi subras Negrito, Nilitz, Negara Rimba, Negro Oseanis, dan
   Hotentot-Boysesman.

Ciri Fisik :

Fenotipe (tampak luar):
1)     Kualitatif: warna kulit, warna dan bentuk rambut, warna dan bentuk mata
2)     Kuantitatif: tinggi dan berat badan, ukuran kepala, ukuran hidung, dll.
Genotype (tidak tampak luar):
1)      Golongan darah


2.Diferensiasi suku bangsa

Sukubangsa adalah golongan manusia yang terikat oleh kesadaran dan identitas akan kesatuan kebudayaan, yang sering dikuatkan dengan kesatuan bahasa.Sukubangsa sering disamakan dengan kelompok etnik (ethnic Group). Namun, kelompok etnik tidak selalu berarti sukubangsa. Misalnya kelompok etnik Tionghoa.Disebut kelompok etnik apabila secara sosial telah mengembangkan SUBKULTUR-nya sendiri.

      Lima ciri pengelompokan sukubangsa :
  • Bahasa/dialek yang memelihara keakraban dan kebersamaan di antara warga sukubangsa
  • Pola-pola sosial-kebudayaan (adat istiadat, cita-cita dan ideologi)
  • Ikatan sebagai satu kelompok
  • Kecenderungan menggolongkan diri ke dalam kelompok asli
  • Perasaan keterikatan kelompok karena kekerabatan/genealogis dan kesadaran teritorial di antara warga sukubangsa
Untuk kepentingan administrasi dan politik, di masa orde baru dibedakan antara :
(1) masyarakat sukubangsa,
(2) masyarakat terasing, dan
(3) keturunan asing.
Masyarakat sukubangsa adalah kelompok etnis yang asalnya dari dalam wilayah Indonesia, dan mampu berinteraksi dan komunikasi dengan dunia luarnya, masyarakat terasing adalah kelompok etnis yang asalnya dari dalam wilayah Indonesia, tetapi terisolasi atau mengalami keterbatasan hubungan dengan dunia luarnya, sedangkan keturunan asing memiliki daerah asal di luar wilayah Indonesia. Ada tiga keturunan asing yang menonjol, yaitu China, India dan Arab,
Suku bangsa adalah kategori yang lebih kecil dari ras. Indonesia termasuk negara dengan aneka ragam suku bangsa yang tersebar dari Pulau Sumatera hingga papua.

3. Diferensiasi klen

Klen / kerabat luas / keluarga besar. Klen merupakan kesatuan keturunan (genealogis), kesatuan kepercayaan (religiomagis) dan kesatuan adapt (tradisi). Klen adalah system social berdasarkan ikatan darah atau keturunan yang sama umumnya terjadi di masyarakat unilateral baik melalui garis ayah (patrilineal) atau ibu (matrilineal).

♣ Klen atas dasar garis keturunan ayah (patrilineal) terdapat pada:

- Masyarakat Batak (sebutan Marga)
- Marga Batak Karo : Ginting, Sembiring, Singarimbun, Barus, Tambun, Paranginangin.
- Marga Batak Toba : Nababan, Simatupang, Siregar.
- Marga Batak Mandailing : Harahap, Rangkuti, Nasution, Batubara, Daulay.
- Masyarakat Minahasa (klennya disebut Fam) antara lain : Mandagi, Lasut, Tombokan
  Pangkarego, Paat, Supit.
- Masyrakat Ambon (klennya disebut Fam) antara lain : Pattinasarani, Latuconsina,
  Lotul,Manuhutu, Goeslaw.
- Masyarakat Flores (klennya disebut Fam) antara lain : Fernandes, Wangge, Da Costa,
  Leimena, Kleden, De-Rosari, Paeira.


 ♣ Klen atas dasar garis keturunan ibu (matrilineal) antara lain terdapat pada masyarakat :

-  Minangkabau, klennya disebut suku yang merupakan gabungan dari kampung-kampung,
   nama klennya antara lain : Koto, Piliang, Chaniago, Sikumbang, Melayu, Solo, Dalimo,
   Kampai dan sebagainya.
-  Masyarakat Flores, yaitu suku Ngadu juga menggunakan system matrilineal.


4. Diferensiasi agama

     
Agama merupakan sistem terpadu terdiri atas keyakinan dan praktek, berhubungan dengan
     sesuatu yang dianggap sacred (suci/sakral) menyatukan pengikutnya ke dalam suatu
     komunitas
     moral yang disebut umat.  Sesuatu yang sakral disebut TUHAN (God, Allah, Elia, Devon,
     Deva, Devi, dst.)
     Diferensisasi agama merupakan diferensiasi customs.
     Karena letak Indonesia di posisi silang, dalam masyarakatnya terdapat penganut dari lima
     agama besar dunia, Islam, Kristen, Katholik, Hindu, dan Budha.

5. Diferensiasi profesi


   Masyarakat biasanya dikelompokkan atas dasar jenis pekerjaannya. Profesi merupakan pekerjaan
   yang untuk dapat melaksanakannya memerlukan keahlian.  Misalnya: dosen, guru, dokter,
   jurnalis, artis, penyiar radio, penyiar televisi, ahli komputer, designer, politikus, perawat,
   birokrat, militer, pengusaha, pedagang, dan sebagainya. Dirensiasi profesi merupakan
   diferensiasi fungsi.

6. Diferensiasi jenis kelamin(Gender)


   Berdasarkan jenis kelamin, masyarakat dibagi atas laki-laki dan perempuan yang memiliki derajat yang
   sama. Jenis kelamin merupakan pembedaan antara laki-laki dengan perempuan berdasarkan ciri fisik
   biologis yang tidak dapat dipertukarkan.
   Gender merupakan pembedaan antara laki-laki dengan perempuan berdasarkan ciri-ciri sosial dan budaya 
   yang sebenarnya dapat dipertukarkan, karena diperoleh melalui proses belajar. Misalnya perempuan
   bekerja di dalam rumah, dan laki-laki bekerja di luar rumah.
   Maka, jenis kelamin (seks) merupakan pembedaan berdasarkan konstruksi biologis, sedangkan gender 
   berdasarkan konstruksi sosial dan budaya, yang sering dikuatkan oleh ajaran agama.


7.Diferensiasi Asal Daerah

  
Diferensiasi asal daerah merupakan pengelompokan manusia berdasarkan asal daerah atau tempat  
   tinggalnya, desa atau kota. Berdasarkan penggolongan ini dikenal dua kelompok masyarakat,
   yaitu masyarakat desa dan masyarakat kota. Masyarakat desa adalah kelompok orang yang tinggal di 
   pedesaan atau berasal dari desa. Sedangkan masyarakat kota adalah kelompok orang yang tinggal di 
   perkotaan atau berasal dari kota. Perbedaan masyarakat desa dan masyarakat kota tampak jelas dalam
   perilaku, tutur kata, cara berpakaian, cara menghias rumah, cara berinteraksi, dan lainlain.

8.Diferensiasi Partai Politik

  Diferensiasi partai Politik adalah perbedaan masyarakat dalam kegiatannya mengatur kekuasaan negara,
  yang berupa kesatuan-kesatuan social, seazas, seideologi dan sealiran.dan juga merupakan penggolongan 
  masyarakat berdasarkan perbedaan paham partai politik.

0 komentar:

Poskan Komentar